Tuesday, July 23, 2013
Fanatik, Moderat,dan Liberal
Orang islam terombang-ambing dan bingung bagaimana untuk bersikap karena begitu banyak sudut pandang tentang ISLAM.
Kita mungkin terus beribadah supaya tidak dianggal menjadi liberal.
atau kita mungkin memahami ISLAM sekenanya supaya tidak dianggap terlalu fanatik.
lalu mungkin kita berbangga karena kita seorang moderat.
lalu kemana kita harus berkiblat?
Cari IMAN
Cari Jalan IKHLAS
Cari Jalan TAKWA,
cari petunjuk yang lurus dan tak harus ada embel2 Fanatik, Moderat, atau Liberal.
ISLAM dengan embel2 itu hanya ketika nafsu menjadi tuannya.
karena kenyataannya Manusia moderat dan Liberal itu adalah seorang Fanatik juga.
Fanatik terhadap kemoderatannya
Fanatik terhadap keliberalannya
Wednesday, May 15, 2013
Napak TIlas Setahun Belakangan
apa kabar blogku.. ah kangen banget-banget-banget
Banget!
Banget
Banget!
Bolehnya cerita selama setahun ini aq kmana aja..
Story has begun,
Since April last years, alhamdulillah aq selesai tugas akhir, lulus, dan wisuda.
baru kali itu tidur yang 5 menit aja ga nyenyak banget. malem pas besoknya mau komprehensif.
tapi kalo sekarang dipikir-pikir komprehensif itu kan ujian menyeluruh pasti dosen liat perjuangan kita nyekripsi dari awal sampe akhir. kayanya ujian kompre itu 70%nya buat ngetes mental deh.
tapi itu setelah dipikir-pikir. sbelum selesai mah tetep aja dag-dig-dug.
maklum only human gitu loh.
Setelah kompre, ngurus berkas2. sambil nunggu wisuda jualan popcorn.. horay popcorn berbagai rasa. lumayan banget keuntungannya.. walopun dikatain STP (Sarjana Tukang Popcorn) hahai ta apeulah pengalaman. dan.. datanglah hari wisuda yang ditunggu-tunggu. hampir telat masuk granus sambil berusaha nyopotin bulu mata palsu (dipaksa ibu tetep pake itu bulu mata syahrini). Senangnya bisa nyenengin ortu.. semoga bawa kebahagiaan buat temen2 yang lain juga..
Thanks all buat kado2nya.
seperti fresh graduate kebanyakan biasalah apply-apply. Alhamdulillah nggak lama dipanggil interview. diterima di salah satu perusahaan suplier ayam potong daerah bogor (merk tdk disebutkan -red). setelah diskusi dengan berbagai pihak saya putuskan hijrah ke bogor. dan seperti fresh graduate kebanyakan ketika satu diterima, panggilan interview lainnya tiba-tiba membludak. tapi ya sudah coba dijalanin dlu di sini.
8 bulan dapet pengalaman banget. serasa bangun dari mimpi. dan tersadar "oh, begini toh dunia"
*serasa -Alice in wonderland- gitu
banyak dapet ilmu, hikmah. tau cara pandang orang yang berbeda-beda banget. secara selama ini saya dibesarkan sebagai anak perempuan satu-satunya bungsu pula. Alhamdulillah bisa mengenyam pendidikan SD, SMP, SMA, sampe kuliah (ga niat sombong cuma mau cerita biar kerasa dramatisnya). sempet ngerasa kehilangan diri sendiri, tapi juga nggak menyesali itu
*sulit diungkapkan dengan kata-kata
dan sekarang baru sadar, harusnya saya bangun design jalannya dulu, baru mulai melangkah.
ayo mulai lagi dari sekarang!!
keep fighting.
oh ya satu lagi. jangan lepas dari Allah. that's help you so much!
Wassalaamualaikum Wr. Wb.
Blogku sayang
dzalim sama blog sendiri. terakhir posting satu tahun yang lalu.
oh nooo..
Semangat Nulis lagii!!
Tuesday, April 10, 2012
Menjadi Wanita (1)
satu yang pasti kami adalah kaum hawa..
Seperti yang telah diwahyukan dalam Al-Qur’an bahwa wanita pertama yaitu hawa diciptakan setelah adanya Adam.
Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam (itu cerita paling romantis sepanjang zaman, lebih romantis dari romeo dan Juliet)
Seiring berjalannya waktu, wanita diperlakukan sesuai zamannya.
Ada yang menjadi ratu, bahkan ada yang sejak bayi dikubur hidup-hidup.
Sahabat Umar pernah melakukannya sebelum kemudian masuk Islam.
Banyak sejarah tentang pahlawan-pahlawan lelaki, tetapi tetap saja sebelum ia lahir, ia bersemayam terlebih dahulu dalam rahim seorang wanita.
Soekarno bahkan pernah mengutip syair Arab berikut:
”Perempuan adalah tiang negara. Jika baik (akhlak) perempuannya, baik lah negara itu. Tetapi jika buruk (akhlaknya) buruk pula negara itu.”
Melihat zaman sekarang, wanita dengan berbagai ceritanya tetap istimewa.
pernah nonton sinetron? ya,, pemeran utamanya kebanyakan wanita.
pernah jalan-jalan ke mall? Kebanyakan menjual perlengkapan wanita.
Pernah naik angkot? Itu juga kebanyakan yang naik wanita.. *gak nyambung.
Seorang penulis (namanya nyusul) bahkan mengulas tentang ”wanita adalah pangsa pasar paling potensial”
Terlebih spesial, jangan heran kalau para lelaki terkadang hanya bisa fokus pada satu pekerjaan, tapi wanita itu multitasking kawan,, setidaknya di awal, ia bisa fokus mana yang harus dilakukan terlebih dahulu,,
Tak akan cukup mengungkap berjuta keistimewaan wanita,
Tapi yang pasti:
”sometimes, become woman is complicated but actually it was amazing”
-to be continued-
Tuesday, January 10, 2012
Be Positive Plus Plus
So be positive, make it fun, and action!
Saturday, January 7, 2012
MM
Hari ini ke acara munashoroh saya ajak bunda tercinta.
Berpikir banyak kemungkinan tentang respon dari ibu,
yang pertama kali akan melihat banyak atribut dan lain-lain.
tapi ternyata kata ibu:
"Nanti kalau ada acara kaya gini, ajak lagi yah, gak gede sih nyumbangnya, tapi kalo sering lama-lama gede juga"
*dengan senang hati bu.. (dalam hati)
-edisi Munashoroh bersama Mamih- ^^
Thursday, January 5, 2012
BPM Asam Manis (3rd Generation)
[KONDISI UMUM BPM KEMA FTIP]
[EVALUASI KINERJA BPM KEMA FTIP]
[REKOMENDASI]
PENUTUP:
Teruntuk sahabat-sahabatku di BPM Kema FTIP-Unpad 2011
Jika suatu hari kita merasakan ketidakyakinan akan apa yang kita lakukan,
lihatlah rasa yakin itu ada pada orang di sekeliling kita.
”Riri, Gilang, Anoy, Nizar, Nanda, Tomi, Chitta, Ikhsan, Ica, Novri, Fere, Farid, Ginggi, Elsa, Tika, dan Yul”
Terima kasih untuk satu tahun yang hebat ini,
Kalian yang membuat yakin ini selalu kembali,
Dan semangat ini tidak terbagi.
Kita memang orang biasa yang sedang melakukan pekerjaan biasa... pekerjaan kecil...
Namun kita, yang kata anis matta : ”yang secara diam-diam merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya..”
Kalian tahu??? begitulah PAHLAWAN..
Maka tak ada ragu, kusebut kalianlah Pahlawan itu..
Terima kasihku yang sebesar-besarnya untuk semua doa, semangat, dan
keceriaannya selama ini..
Mohon Maaf kalau banyak kekurangan
Akhirnya sampailah kami di pengujung akhir masa bakti di Badan Pewakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajdaran Periode 2011. Semoga seluruh langkah-langkah kecil dan sederhana kami dapat menjadi sebuah cinderamata untuk saya, kamu, dan kita, Keluarga Mahasiswa FTIP-Unpad.
Tentunya, segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki tidak terlepas dari semua bentuk bantuan yang telah diberikan, terima kasih kami ucapkan kepada:
- Seluruh civitas akademika Kema FTIP-Unpad.
- Pihak Dekanat yang telah bekerja sama dengan begitu harmonisnya.
- Rekan-rekan seperjuangan yang berada di lembaga kemahasiswaan FTIP-Unpad (BEM Kema FTIP-Unpad, LLMJ, HMJ, dan Keluarga Mahasiswa Muslim FTIP).
- Rekan-rekan BPM Faperta yang telah bersedia berbagi.
- Rekan-rekan peserta penuh kongres KEMA UNPAD.
- Seluruh mahasiswa UNPAD.
Tanpa kalian, kami bukanlah siapa dan apa-apa, semoga mendapat balasan yang lebih baik, di dunia dan diakhirat kelak. Amin.
(Ditandatangani)
-Dimuat dalam Laporan Akhir Tahun BPM Kema FTIP Unpad 2011-
Banyak mendengar quotes hari ini,
Salah satunya yang mantap tentang TEKAD:
"Semuanya hanya masalah kita yakin atau tidak!"
bersama ilmu tentang rumus dan ciri kemenangan,
makin mantap :)
Thursday, October 20, 2011
Blue October
you give me some hard way,,
and I must choose that isn't my dream.
for my family, for my lovely people..
and about some regard,
you give me no choice,
but I've faced something worse before
and someone tell me to keep survive
because show must always go on,
isn't it?
thank you to my blue Oktober..
Wednesday, October 19, 2011
Balada Mahasiswa Tingkat Akhir
Teringat tiga tahun lalu,
saya hanya mahasiswa ingusan yang punya gambaran sederhana tentang dinamika kampus.
Beberapa mahasiswa mungkin belum memiliki ekspektasi yang terlalu jauh tentang kampus, ya termasuk saya.
Tingkat pertama, saya merasakan juga yang namanya kesesakan kuliah (a.k.a tugas, laporan, dll).
Saat itu pula saya diperkenalkan dengan dunia kemahasiswaan -yang menurut saya itu 'jebakan'-
Tapi, pada akhirnya 'jebakan-jebakan' itu yang membuat saya bersyukur bisa terjebak.
Tingkat dua, saya menikmati semua kesesakan tugas kuliah, tugas kelembagaan, dan tugas kepanitiaan. rasanya sesak luar biasa...
Tingkat tiga, tantangan tak tangung-tanggung.
tapi, tahap ini yang membuat saya banyak belajar, membuka pikiran, dan memantapkan hati.
ah inilah mahasiswa!
dan hari ini status saya adalah mahasiswa tingkat akhir!
Rasanya sungguh 'galau' kawan,
tapi bukan galauan karena scriptsweet, TA dan lain sebagainya.
rasanya ada yang hilang ketika saya sudah tak bisa lagi aktif di lembaga -setidaknya tingkat fakultas- atau dimana pun itu yang sudah menjadi kebiasaan tiap tahun.
Dulu saya memang pernah mengeluh dengan padatnya hal yang harus saya kerjakan,
tapi sekarang ketika 'amanah' itu sedikit demi sedikit berkurang,
ada kekhawatiran yang mendalam.
Apakah yang saya kerjakan 3, 2, atau 1 tahun yang lalu itu adalah yang terbaik?
Apakah semuanya sudah maksimal?
Sungguh hanya Allah yang tau segalanya, yang plus dan yang minus.
pada akhirnya waktu yang menjawab semua,
satu detik pun tak akan ada yang kembali.
Hanya do'a dan harapan yang sekarang bisa saya haturkan.
Semoga apa yang saya lakukan itu tidak sia-sia..
#muhassabahmahasiswatingkatakhir
Saturday, October 15, 2011
Apa Kabarmu Murobiahku?
beberapa waktu silam ada quote yang booming di dunia Tarbiyah:
"Tarbiyah bukan segalanya, tetapi segalanya berawal dari Tarbiyah"
Ungkapan yang menurut pribadi tepat sekali,
karena Tarbiyah adalah hal berharga untuk hidup saya.
Seperti halnya generasi para sahabat yang begitu beruntung karena memiliki murobi luar biasa yaitu Nabi akhir Zaman, Rasulullah SAW.
saya juga merasa beruntung punya pembimbing hidup yang insya Allah selalu meneladani Rasulullah, yaitu akhwat-akhwat luar biasa, Murobiah-murobiahku.
Hari ini, seorang trainer bertanya,
"Apa Kabar dengan Murobi-murobi antum sekalian? "
dan Saya hanya dapat menjawabnya dengan menangis...
sungguh, Saya hanya dapat menjawabnya dengan menangis...
ah,, Apa kabar murobiah-murobiahku?
Maafkan adikmu ini yang mungkin pernah menyakiti hati,
Semoga engkau selalu istiqomah,
seperti aura keistiqomahan yang selalu engkau pancarkan
ketika engkau duduk di hadapan kami,
menenangkan hati-hati kami,
mengisinya dengan pancaran ilmu dan cahaya hidayah..
-thanks to my all Murobiah-
MD: Motor Dakwah
karena polusi dan bikin macet,
Tapi ternyata saya sekarang butuh karena harus bolak balik Jatinangor-Bandung untuk keperluan tertentu,
untuk menebus itu saya tetep cari tau cara jaga lingkungan meskipun jadi rider.
Saya juga pernah ber'azzam' untuk naik motor kalo keperluannya dakwah aja.
tapi ternyata 7 hari dalam seminggu 6 harinya saya naik motor.
So, tiap hari naik motor, tiap hari harus dakwah.
#betultidak?
Thursday, October 13, 2011
Engkau Da’i Sebelum Apapun Adanya Engkau
Puisi Dakwah Kampus
Oleh Ust. Aus Hidayat Nur
Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan.
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang.
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya.
nikmati perjalanannya,
berdiskusilah dengan bahasa bijaksana.
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu, itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta,
maka dakwah adalah Faham, Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya.
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya.
Seperti Kata Abul Anbiya,
“Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”.
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan.
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir.
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat, hingga Negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan.
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya, tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Taat
Kepada Allah dan Rasul, Al-Qur’an dan Sunnahnya serta orang-orang bertaqwa yang tertata. Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tadhhiyah
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima.
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka,
sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan.
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan.
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan.
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan.
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau.
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya.
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya.
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan.
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin.
Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya.
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya berjumpa karena taat kepada-Nya.
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya
Saturday, October 8, 2011
Tuesday, September 27, 2011
Resensi Buku: Inilah Politikku

Judul Buku : Inilah Politikku
Penulis : Muhammad Elvandi, 2010
Politik secara harfiah diartikan sebagai as-siyasah dalam bahasa Arab yang artinya mengelola, mengatur, memerintah, dan melarang sesuatu. Secara definisi berarti prinsip-prinsip dan seni mengelola persoalan publik, atau seperti yang disebutkan oleh Yusuf Qaradhawi yang dinukil dari kamus Al-Kamil bahwa politik adalah semua yang berhubungan dengan pemerintahan dan pengelolaan masyarakat madani.
Istilah politik dalam Al-qur'an tidak akan pernah ditemui namun apa yang kemudian dapat dipahami dari surat An-Nisa:54, Al-Hajj: 41, dan An-Nisa:58 tentang makna kerajaan, kedudukan, hukum, dan keadilan? adakah kata lain yang lebih tepat untuk mewakili seluruh makna tersebut selain politik?. Makna tersebut dapat bersanding dengan Islam karena politik Islam berarti adanya standar syariah yaitu semua aktivitas politik Islam yang memenuhi makna membuat manusia lebih dekat kepada kebaikan dan lebih jauh dari kerusakan. Lalu, dalam bentuk apa Islam harus diejawantahkan? Bentuk adalah sistem (ad-nidzam), sedangkan ruhnya adalah referensi (al-mashadir) dan tujuannya (al-maqashid). Sistem mungkin berubah tetapi referensi dan tujuan tidak bisa tidak, haruslah Islam.
Menilik referensi terpercaya adalah perjalanan Rasulullah SAW. Rasulullah membutuhkan sebuah sarana besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah pilihan yang mampu mengelola seluruh detail kehidupan manusia. Rasulullah membutuhkan institusi untuk mengakomodasi persatuan umat Islam, keutuhan daerah umat Islam, dan memastikan agar syariat memimpin satuan terkecil kehidupan masyarakat yaitu negara. Dalam membangun institusi tersebut Rasulullah membangun pilar-pilarnya yaitu unsur negara pertama: 1. Mencetak manusia baru, dimana Rasulullah menjadi pembina terbaik bagi pada manusia-manusia dan prajurit Allah terlincah. 13 tahun pembinaan periode mekkah menitikberatkan kekuatan aqidah dan iman sehingga menghasilkan kader-kader yang siap meninggikan bendera islam. 2. Hijrah, hijrah mekkah ke madinah merupakan menolong dan melindungi aqidah serta hak-hak orang yang lemah sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. 3. Membentuk masyarakat baru, dimana pembangunan bermula dari pembangunan infrastruktur negara dan simbol pertama pusat peradaban mereka, yaitu masjid, dari sanalah kegiatan negara tumbuh. 4. Kekuatan politik yang digambarkan oleh piagam Madinah. Keempat pilar tersebut yang akhirnya membuat tegak seluruh unsur negara Islam.
Bukti sejarah yang menguatkan adalah perjalanan khulafaur rasyidin dan bani-bani setelanya. Bagaimana prinsip syura tetap dikedepankan meskipun dalam perbedaan sistem dan bagaimana kekohonan iman dapat memperluas ekspansi Islam mencapai Andalusia hingga Romawi Timur di zaman bani Umawiyah, Abbasiyah, dan berakhir di ujung kekhalifahan Ustmaniyyah. Runtuhnya peradaban Islam bukan karena pembangunan melemah atau simbol bangunan Islam yang hancur terlebih karena rusaknya pribadi-pribadi muslim itu sendiri. Ada penyebab-penyebab utama kemunduran bani Ustmaniyyah yaitu:
1. Biasnya loyalias terhadap ulama Islam.
2. Menyempitnya pemahaman ibadah.
3. Pintu-pintu ijtihad tertutup rapat.
4. Perselisihan dan perpecahan
Inilah Langkah Politikku
Referensi sudah didapat maka inilah waktunya bagi para negarawan muslim untuk menentukan langkah politiknya. Dimulai dari diri sendiri yang perlu memperkaya diri dengan ilmu, penghayatan, dan amal. dalam konteks politik Islam, tiga pemahan yang harus dibangun adalah pemahaman tentang Islam, pemahaman tentang langkah peradaban, dan pemahaman tentang sistem politik Islam.
Pemahaman mendasar adalah tentang Islam itu sendiri, dimana Islam melandasi seluruh sendi kehidupan yaitu akidah dan ibadah, negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, kebudayaan dan perundang-undangan, ilmu dan kehakiman, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, serta militer dan pemikiran.
Setelah memahami Islam secara keseluruhan, beranjak ke pemahaman peradaban. Berdasarkan langkah perjuangan Rasulullah dapat disimpulkan ada 7 tahapan perjuangan Islam:
1. Memperbaiki Individu
2. Membangun Keluarga Muslim
3. Membimbing masyarakat
4. Memperbaiki pemerintahan dan membangun negara yang islami
5. Mengembalikan Khilafah
6. Mrealisasikan kepemimpinan Islam
7. Medeklarasikan Islam sebagai Guru Peradaban Alam Semesta.
Ketujuh tahap itu berada pada orbit-orbit perjuangan dimana memperbaiki individu dan keluarga atau pengokohan internal ada dalam mihwar tanzhimi. Berkembangnya pergaulan ke dalam unsur masyarkat membuka orbit mihwar sya'bi. Orbit perjuangan yang meningkat menjadi orbit institusional adalh mihwar muassasi. Terakhir di tingkat adalah orbit negara atau mihwar dauli.
Monday, September 19, 2011
September Ceria?
Ada yang nanya "Mau di sini atau di sana?"
Ada yang nyuruh "Akhir pekan ini penelitian ya, ploting 25 titik per jam!"
Ada yang minta "Tolong gantiin dulu ya ukh.. =) "
Ada yang sms "Mangga diliat Emailnya.."
tapi,,
Ada yang bilang lagi "Saya mau kerjain yang ini"
Alhamdulillah...
Ada yang sigap "Siap teh, saya smskan"
Alhamdulillah..
Ada yang memberi penawaran, "Mau dibantu yang mana?"
Alhamdulillah..
Ada yang memberi kabar gembira, "Udah ketemu teh, tetehnya =)"
Alhamdulillah..
Ada yang lain yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,
berujung di pantai pasir putih siang malam...
Alhamdulillah, Subhanallah,,
ya,, ini memang September Ceria!
Wakafa billahi nashiroo..
Sunday, September 18, 2011
Suatu Hari di POM Bensin
Petugas 1: melihat tanpa kedip ke arah cewek itu, sampe cewek itu bener-bener ilang.
Petugas 2: "Woi, tong ditingalian wae atuh*" (Hei, jangan diliatin terus atuh)
Petugas 1: "keun bae ah mumpung gratis, di Sari**m mah mayar" (biarin aja atuh, mumpung gratis, da di Sari**m mah bayar)
Ending: well, si neng geulis pergi dengan tiis*, tanpa sadar dia lagi disamain sama cewek2 lain yang mangkal di Sari**m.
#tanyakenapa?
Sunday, September 11, 2011
3 Ciri Sekularisme
Menurut Prof. Al-Attas, sekularisme memiliki setidaknya tiga ciri, yaitu:
1. disenchanment of nature
2. desacralization of politics
3. deconsecration of value
Sebelum menilik lebih jauh sekularisme negara yang selalu jadi wacana, ada baiknya kita mengevaluasi diri. Apakah ketiga ciri di atas benar-benar sudah bersih dari diri kita atau malah kita masih berada di zona abu-abu? Menikmati khusyuknya beribadah tetapi tetap berpikir masalah-masalah masyarakat tak layak diselesaikan dengan cara-cara agama, atau bangga karena diri peduli antar sesama tetapi memaklumi ketika ada sekelompok manusia yang menganggap semuanya 'sama' dan semuanya 'benar'.
Tapi, lihatlah bagaimana cara Allah menjawab hambanya yang gamang karena pemikirannya sendiri:
”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia, supaya (Allah) merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” (QS. Ar-rum 41)
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." ( al- Baqarah : 208-209 ).
Indah dan Sederhana...
Thursday, September 8, 2011
Rahasia Besar Kemenangan
Surat Khalifah Umar bin Khattab kepada Panglimanya Sa'ad bin Abi Waqqash:
“Amma ba’du. Aku memerintahkan kamu dan orang-orang yang bersamamu untuk selalu takut kepada Allah di setiap momen, karena takut kepada Allah adalah persiapan terbaik menghadapi musuh dan siasat tercanggih dalam peperangan. Aku juga menyuruhmu dan orang-orang yang bersamamu untuk waspada terhadap kemaksiatan lebih dari kewaspadaan terhadap musuh, karena dosa-dosa pasukan lebih aku takutkan daripada musuh.
Sesungguhnya, kemenangan yang diberikan kepada kaum muslimin, adalah karena kemaksiatan musuh-musuhnya. Tanpa itu, kita tidak mungkin menang, karena jumlah kita tidak seperti jumlah mereka yang lebih banyak; dan persiapan kita tidak seperti persiapan mereka yang matang. Oleh karena itu, jika kita bermaksiat, itu artinya mereka memiliki nilai lebih dari kita dengan kekuatan mereka. Kita tidak mengungguli mereka kecuali dengan ketakwaan, karena tidak mungkin tidak mengalahkan mereka hanya dengan kekuatan kita”
