Showing posts with label Tentang Umat. Show all posts
Showing posts with label Tentang Umat. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Fanatik, Moderat,dan Liberal

Coba cari iman kita ketika kita tidak merasa sedih dengan kondisi ISLAM saat ini.

Orang islam terombang-ambing dan bingung bagaimana untuk bersikap karena begitu banyak sudut pandang tentang ISLAM.

Kita mungkin terus beribadah supaya tidak dianggal menjadi liberal.
atau kita mungkin memahami ISLAM sekenanya supaya tidak dianggap terlalu fanatik.
lalu mungkin kita berbangga karena kita seorang moderat.

lalu kemana kita harus berkiblat?

Cari IMAN
Cari Jalan IKHLAS
Cari Jalan TAKWA,

cari petunjuk yang lurus dan tak harus ada embel2 Fanatik, Moderat, atau Liberal.
ISLAM dengan embel2 itu hanya ketika nafsu menjadi tuannya.
karena kenyataannya Manusia moderat dan Liberal itu adalah seorang Fanatik juga.
Fanatik terhadap kemoderatannya
Fanatik terhadap keliberalannya

Thursday, January 5, 2012

BPM Asam Manis (3rd Generation)

[PENDAHULUAN]

[KONDISI UMUM BPM KEMA FTIP]

[EVALUASI KINERJA BPM KEMA FTIP]

[REKOMENDASI]

PENUTUP:

Teruntuk sahabat-sahabatku di BPM Kema FTIP-Unpad 2011

Jika suatu hari kita merasakan ketidakyakinan akan apa yang kita lakukan,

lihatlah rasa yakin itu ada pada orang di sekeliling kita.

”Riri, Gilang, Anoy, Nizar, Nanda, Tomi, Chitta, Ikhsan, Ica, Novri, Fere, Farid, Ginggi, Elsa, Tika, dan Yul”

Terima kasih untuk satu tahun yang hebat ini,

Kalian yang membuat yakin ini selalu kembali,

Dan semangat ini tidak terbagi.

Kita memang orang biasa yang sedang melakukan pekerjaan biasa... pekerjaan kecil...

Namun kita, yang kata anis matta : ”yang secara diam-diam merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya..”

Kalian tahu??? begitulah PAHLAWAN..

Maka tak ada ragu, kusebut kalianlah Pahlawan itu..

Terima kasihku yang sebesar-besarnya untuk semua doa, semangat, dan

keceriaannya selama ini..


Mohon Maaf kalau banyak kekurangan

Akhirnya sampailah kami di pengujung akhir masa bakti di Badan Pewakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajdaran Periode 2011. Semoga seluruh langkah-langkah kecil dan sederhana kami dapat menjadi sebuah cinderamata untuk saya, kamu, dan kita, Keluarga Mahasiswa FTIP-Unpad.

Tentunya, segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki tidak terlepas dari semua bentuk bantuan yang telah diberikan, terima kasih kami ucapkan kepada:

  1. Seluruh civitas akademika Kema FTIP-Unpad.
  2. Pihak Dekanat yang telah bekerja sama dengan begitu harmonisnya.
  3. Rekan-rekan seperjuangan yang berada di lembaga kemahasiswaan FTIP-Unpad (BEM Kema FTIP-Unpad, LLMJ, HMJ, dan Keluarga Mahasiswa Muslim FTIP).
  4. Rekan-rekan BPM Faperta yang telah bersedia berbagi.
  5. Rekan-rekan peserta penuh kongres KEMA UNPAD.
  6. Seluruh mahasiswa UNPAD.

Tanpa kalian, kami bukanlah siapa dan apa-apa, semoga mendapat balasan yang lebih baik, di dunia dan diakhirat kelak. Amin.

Jatinangor, Desember 2011

(Ditandatangani)


-Dimuat dalam Laporan Akhir Tahun BPM Kema FTIP Unpad 2011-

Sunday, September 18, 2011

Suatu Hari di POM Bensin

Melihat turus penunjuk bahan bakar yang mulai mendekati huruf E, bergegas saya antre untuk isi bahan bakar di POM Bensin langganan dekat kampus. Singkat cerita ketika antre beda 2 motor di depan ada cewek menunggu -entah siapanya- sedang isi bensin. cewek ini ya cantik, dan pake celana pendek -banget- yang sekarang lagi ngetren (katanya), maka terjadilah percakapan antara dua petugas POM Bensin.

Petugas 1: melihat tanpa kedip ke arah cewek itu, sampe cewek itu bener-bener ilang.
Petugas 2: "Woi, tong ditingalian wae atuh*" (Hei, jangan diliatin terus atuh)

Petugas 1: "keun bae ah mumpung gratis, di Sari**m mah mayar" (biarin aja atuh, mumpung gratis, da di Sari**m mah bayar)

Ending: well, si neng geulis pergi dengan tiis*, tanpa sadar dia lagi disamain sama cewek2 lain yang mangkal di Sari**m.
#tanyakenapa?

Sunday, September 11, 2011

3 Ciri Sekularisme

Apa sebenarnya yang membuat sekularisme menjadi gunjingan populer hingga hari ini?

ternyata trauma sejarah masyarakat Eropa di abad pertengahan, kontradiksi dari apa yang mereka percayai, serta problem teologis yang mereka temui membuat sekularisme seolah-olah menjadi bagian dari kehidupan dunia internasional yang tak bisa dipisahkan.

Menurut Prof. Al-Attas, sekularisme memiliki setidaknya tiga ciri, yaitu:

1. disenchanment of nature
yaitu penghilangan pesona dari alam tabi'i. Artinya, paham sekuler senantiasa melihat alam sebagai objek atau aset yang boleh dipergunakan seluasnya dan tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Tuhan.

2. desacralization of politics
yaitu peniadaan kesucian atau kewibaan agama dari ranah politik, dengan demikian agama dibatasi pada lingkungan privat masing-masing orang, dan tidak diperbolehkan untuk menguasai masalah-masalah sosial politik seperti pemerintahan, pembentukan undang-undang dan seterusnya. Prinsipnya segala hal yang menyangkut urusan masyarakat tidak boleh diputuskan dengan berdasarkan ajaran agama.

3. deconsecration of value
yaitu penghapusan kesucian dan kemutlakan agama dari nilai-nilai kehidupan karena agama menjadi urusan pribadi masing-masing, maka agama pun kehilangan kemutlakannya. Pada akhirnya segalanya akan dianggap relatif fan tentatif, sehingga tak ada satu pun prinsip dalam kehidupan yang bersifat absolut.

Sebelum menilik lebih jauh sekularisme negara yang selalu jadi wacana, ada baiknya kita mengevaluasi diri. Apakah ketiga ciri di atas benar-benar sudah bersih dari diri kita atau malah kita masih berada di zona abu-abu? Menikmati khusyuknya beribadah tetapi tetap berpikir masalah-masalah masyarakat tak layak diselesaikan dengan cara-cara agama, atau bangga karena diri peduli antar sesama tetapi memaklumi ketika ada sekelompok manusia yang menganggap semuanya 'sama' dan semuanya 'benar'.

Tapi, lihatlah bagaimana cara Allah menjawab hambanya yang gamang karena pemikirannya sendiri:

”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia, supaya (Allah) merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” (QS. Ar-rum 41)

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." ( al- Baqarah
: 208-209 ).

Indah dan Sederhana...

Wednesday, September 7, 2011

Our Idealism

Betapa inginnya kami,,
agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai dari diri kami sendiri

kami berbangga,
ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
Jika memang tebusan itu yang diperlukan atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini,
selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami

Betapa berat rasa di hati, ketika menyaksikan bencana mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya.
tidak juga popularitas, apalagi ucapan terima kasih...

yang kami inginkan adalah terbentuknya Dakwah Islam lebih baik,
bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta...

Saturday, May 21, 2011

Dari Barat dan Timur: Mahasiswa

"Berjuta kali turun aksi, bagi kami satu langkah pasti... "

Kami aksi bukan hanya Basa-basi
Kami aksi bukan tanpa rasionalisasi,

Mungkin ini tidak bisa memenuhi daftar-daftar prestasi
Karena ini sikap nyata dari sebuah reaksi,

Atas permasalahn negeri yang tak kunjung teratasi
Selalu terakumulasi dan menjadi polemik-polemik basi...

-Dini hari, 20 Mei 2011.
Prepare to "Aksi"-


Saturday, May 7, 2011

Catatan Mata Najwa: Pemuda Pergerakan

“Seribu Orang Tua hanya bisa bermimpi, maka berikanlah aku lima pemuda agar dapat mengubah dunia”


Sejarah Pemuda adalah sejarah Revolusi

Pemudalah motor perubahan yang hakiki


Karena pemuda, kesadaran kebangsaan tumbuh seabad lalu di ibu pertiwi

Yang ratusan tahun dijajah bangsa kompeni


Siapa tak takjub karena sumpah sekelompok pemuda untuk bersatu Nusa, Bersatu Bangsa, dan Bersatu bahasa, maka jadilah Indonesia, Negeri dengan beragam suku dan religi yang sebelumnya tak lebih dari Negeri dongeng imajinasi


Pemuda bergerak,


Mencarikan jalan kemerdekaan,


Tanpa pemuda, proklamasi, rapat IKADA, atau pertempuran Surabaya tak akan pernah terlaksana


Pemuda ada di jalan revolusi yang lain, ketika sadar politik terlalu lama menjadi panglima dan ekonomi makin mendekati anarki.


Pemuda menuntut suksesi, mereka mendesak alih kepemimpinan Nasional dari tangan pemimpin besar revolusi, serta membersihkan politik dari anasir kiri.


Pemuda di setiap angkatan berpandu semangat jaman,


Meletusnya peristiwa malari sejatinya adalah ketidakpuasaan anak negeri terhadap modal asing yang merusak ekonomi.


Sekali lagi, pemuda menjadi penyambung revolusi.


Pemuda yang menduduki Gedung DPR-MPR mendesak rezim untuk lengser dan menjadi pengawal resmi atas orde reformasi.


Benar kata Bung Karno “ Seribu Orang Tua hanya bisa bermimpi, maka berikanlah aku lima pemuda agar dapat mengubah dunia”


-Catatan Mata Najwa,
dalam "Pemuda Pergerakan"
2010-

Tuesday, February 22, 2011

Jawaban si kalem

Orang baik Indonesia punya banyak,
Orang pinter pabalatak (banyak -red),
Tapi kok gak maju-maju yah, berkembang aja terus...

Tanya kenapa?

Si kalem jawab: " Mereka terlalu nyaman dengan kebaikan dan kepintarannya, gak mau kalo baik dan pintarnya hilang karena ikut campur urusan orang banyak"

and How do you think?

Saturday, July 3, 2010

Tengok Sebentar Indonesiamu!

Begitu jelas dan gamblang apa yang dipaparkan oleh Thomas Lickona, seorang profesor pendidikan Cortland University. Point yang begitu rinci mengenai tanda-tanda sebuah bangsa yang sedang menuju kehancuran. Kesepuluh tanda itu adalah:
  1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja.
  2. Penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk.
  3. Pengaruh kesetiaan kelompok remaja yang kuat dalam tindak kekerasan.
  4. Meningkatnya perilaku merusak diri seperti narkoba, alkohol, seks bebas.
  5. Semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk.
  6. Menurunnya etos kerja.
  7. Semakin rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu dan bagian dari sebuah bangsa.
  8. Semakin rendahnya rasa hormat kepada guru dan orang tua.
  9. Membudayanya keidakjujuran.
  10. Meningkatnya eksalasi saling curiga dan kebencian antar sesama.

Terlalu naif rasanya bila kita tidak mengakui bahwa kesepuluh tanda itu nyata dan sudah terjadi di setiap belahan bumi Indonesia. Bahkan menurut Megawangi, Direktur Eksekutif Indonesia Heritage Foundation "Keadaan carut marut yang melanda Indonesia saat ini sangat mungkin bermuara dari adanya krisis moral. Dan semua indikator mengenai kemungkinan hancurnya sebuah bangsa terkait erat dengan masalah karakter atau moral".

Jika kesuksesan sebuah bangsa adalah akumulasi dari kesuksesan individu (Marwah Daud Ibrahim), maka bukankah kebobrokan bangsa ini pun adalah akumulasi dari kebobrokan individunya?

Sekarang saatnya bagi kita, aku dan kamu, mengubah semuanya, menjadi Agent of Change. Karena kita adalah pemuda, generasi harapan Indonesia. Soekarnao mendapatkan gitanya dari sepenggal ayat ini, dan jadikan pula ayat ini sebagai gitamu wahai pemuda Indonesia...

"...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." (QS Ar-Ra'd:11)

Mari tengok sebentar Indonesiamu!
dan lakukanlah perubahan.
Jangan pernah ada kata putus asa,
karena keputusasaanlah yang menjadi tembok tinggi antara kita dan keberhasilan...