Wednesday, June 15, 2011

Termiskin di dunia

"Diantara sekian jenis kemiskinan,
yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam dan tekad,
bukan kemiskinan harta.

Kemiskinan azam akan membawa pada kebangkrutan dari segi harta.
Azam dan kemauan yang kuat
kelak akan membuat kita berilmu dan kaya.

Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa Tekad, kemauan, dan kerja keras."
(Ust. Rahmat Abdullah)

Mungkin bukan karena orang lain kita menjadi hina,
Mungkin karena diri kita sendiri menghinakan,
dengan lemahnya azzam dan tekad.

Terlalu sering memaklumi diri,
Terlalu sering menyamankan diri,
Berkubang dalam alasan-alasan karena tak ada kemauan.

Ya Allah kuatkanlah Azzam dan tekad kami,
agar lebih dekat dengan-Mu...
Amiin..

Monday, May 23, 2011

Mengenang Masa itu

Rabu, 17 Maret 2010
pukul 03.03 WIB

***

Taukah kawan Hatiku Sebiru hari ini, Sebiru hati sahabat yang sedang merindu,
dengan tulisan ini kuucapkan Selamat mengenang masa itu..

---------------------------------------------------------------------------------------
Bagiku, Masa itu adalah Masa Muda yang terindah.

Di sana aku menemukan jalan untuk Menjadi Diriku.

Tak ada sesal sedikitpun bagiku berada pada titik itu, pada tempat itu, dan pada saat itu,

karena masa itu telah mengantarkan kita menjadi Remaja Peduli.

Dalam dekapan-Nya kita berjuang, menangis, dan tertawa bersama…

Bukankah kita akan selalu merindukan indahnya Cinta Berkawan, walau hanya karpet lusuh dan tembok bisu yang menjadi saksi di kala kita berbagi..

Setiap Pertengkaran Kecil itu hanya ujian kawan, hanya pemanis dari setiap cerita. Karena dengan Sepenuh hati kita pernah melantunkan syair ini:

“ Bila Ingat kembali janji persahabatan kita, takkan mau berpisah karena ini..
Pertengkaran kecil kemarin cukup lembaran hikmah, karena aku ingin tetap sahabatmu…”


Indah bukan?

Maka Berjanjilah kawan, kelak kita akan berkumpul bersama lagi dalam Reuni Besar keluarga ini ,di Syurga Firdaus nan Indah milik Allah..

Dengan semua cara yang telah engkau perjuangkan dalam jalan kebaikan..
Jalan yang telah engkau, aku, dan mereka berjanji untuk selalu berada dan bergerak di dalamnya..


--------------------------------------------------------------------------------------------

Teruntukmu sahabat:

“Sebiru Hari Ini
Birunya Bagai Langit Terang Benderang
Sebiru Hari Kita Bersama Disini

Seindah Hari Ini
Indahnya Bak Permadani Taman Surga
Seindah Hati Kita Walau Kita Kan Berpisah

Bukankah Hati Kita Telah Lama Menyatu
Dalam Tali Kisah Persahabatan Ilahi
Pegang Erat Tangan Kita Terakhir Kalinya
Hapus Air Mata Meski Kita Kan Berpisah

Selamat Jalan Teman
Tetaplah Berjuang
Semoga Kita Bertemu Kembali
Kenang Masa Indah Kita Sebiru Hari Ini”

***

Sumber:
Ide terhebat dari: Allah SWT.
Inspirasi Utama: Keluarga DKM Al-Ghifari SMAN 4 Bandung.
Sumber lainnya: Senandung2 indah dari Edcoustic yang amat menginspirasi setiap langkah..

Saturday, May 21, 2011

Dari Barat dan Timur: Mahasiswa

"Berjuta kali turun aksi, bagi kami satu langkah pasti... "

Kami aksi bukan hanya Basa-basi
Kami aksi bukan tanpa rasionalisasi,

Mungkin ini tidak bisa memenuhi daftar-daftar prestasi
Karena ini sikap nyata dari sebuah reaksi,

Atas permasalahn negeri yang tak kunjung teratasi
Selalu terakumulasi dan menjadi polemik-polemik basi...

-Dini hari, 20 Mei 2011.
Prepare to "Aksi"-


Saturday, May 7, 2011

Catatan Mata Najwa: Pemuda Pergerakan

“Seribu Orang Tua hanya bisa bermimpi, maka berikanlah aku lima pemuda agar dapat mengubah dunia”


Sejarah Pemuda adalah sejarah Revolusi

Pemudalah motor perubahan yang hakiki


Karena pemuda, kesadaran kebangsaan tumbuh seabad lalu di ibu pertiwi

Yang ratusan tahun dijajah bangsa kompeni


Siapa tak takjub karena sumpah sekelompok pemuda untuk bersatu Nusa, Bersatu Bangsa, dan Bersatu bahasa, maka jadilah Indonesia, Negeri dengan beragam suku dan religi yang sebelumnya tak lebih dari Negeri dongeng imajinasi


Pemuda bergerak,


Mencarikan jalan kemerdekaan,


Tanpa pemuda, proklamasi, rapat IKADA, atau pertempuran Surabaya tak akan pernah terlaksana


Pemuda ada di jalan revolusi yang lain, ketika sadar politik terlalu lama menjadi panglima dan ekonomi makin mendekati anarki.


Pemuda menuntut suksesi, mereka mendesak alih kepemimpinan Nasional dari tangan pemimpin besar revolusi, serta membersihkan politik dari anasir kiri.


Pemuda di setiap angkatan berpandu semangat jaman,


Meletusnya peristiwa malari sejatinya adalah ketidakpuasaan anak negeri terhadap modal asing yang merusak ekonomi.


Sekali lagi, pemuda menjadi penyambung revolusi.


Pemuda yang menduduki Gedung DPR-MPR mendesak rezim untuk lengser dan menjadi pengawal resmi atas orde reformasi.


Benar kata Bung Karno “ Seribu Orang Tua hanya bisa bermimpi, maka berikanlah aku lima pemuda agar dapat mengubah dunia”


-Catatan Mata Najwa,
dalam "Pemuda Pergerakan"
2010-

Monday, April 4, 2011

Lingkaran Pertama

"Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS Al-Ashr: 1-3)

Itulah sepenggal firman Allah yang selalu menjadi motivasi untuk saling menasehati.
dan semangat itu lah yang mengantarkan kami pada Lingkaran pertama...


Ah, mengingat masa itu bergitu banyak cerita yang ingin diurai
kata orang kami terjebak dalam kebaikan,

ya memang, ini jebakan yang tak pernah kami sesali.

Lingkaran kecil, lingkaran pertamaku..

Di sana banyak tawa dan cerita yang kami bagi,
Kami begitu menikmati semuanya..

Menikmati jumlah kami yang tak bisa dibilang banyak,

Menikmati bagaimana kami harus sembunyi-sembunyi,

Menikmati pulang agak terlambat demi berkumpul sejenak,

Menikmati mengingat memori tiga tahun lalu

Bagaimana kata orang, setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Tapi kami yakin perpisahan itu hanya fana,

sama fananya dunia yang Allah ciptakan

Sebagai sarana kami bertemu


Suatu hari di akhir waktu,
Murabbi kami tercinta memberi sepucuk surat,
Kertas panjang yang biasa.

Tapi,
Dahsyatnya kusimpan surat itu dalam memori sudut kamar.
Ya tiga tahun ada di sana,

saya bagi sedikit Isinya:


[Alinea pertama]
"Entah keberapa kian kalinya jalan da'wah ini terasa berat ukh.

Entah karena bekal Teh* yang terlalu sedikit,

sehingga terkadang terjatuh di tengah jalan.

Bukan satu atau dua kali Teh menemukan jalan buntu di sini.

Kadang tulang ini terasa patah, tak jarang pula air mata ini terkuras,

tapi itulah sebuah harga yang harus dibayar untuk da'wah menyeru kepada Allah SWT.

[Alinea kedua]
Tapi,

Kalianlah yang membuat teteh bertahan.

nama saya, teman saya, teman saya kedua,
teman saya yang satu lagi (disebut satu-satu)

kalianlah adik2 yang selalu bikin teteh kembali semangat.

Saat diri ini jatuh, senyuman kalian membuat teteh bangkit.
Saat teteh kelelahan berada di sini, celotehan kalian membuat teteh bangkit.

Ah, adikku.. kalianlah harta terindah itu..


[Alinea ketiga]
Walaupun hanya kalian ber-**** (jumlah kami),

tapi kalian adalah harta berharga yang teteh punya.

Terkadang,,

diri ini tersungkur malu pada Allah karena teteh punya adik2 yang begitu semangat.

Ketika orang lain harus mengejar adik-adik mentornya,

Teteh dengan mudahnya mencari kalian dan tak perlu mengejar2,

tapi kalian yang ngejar teteh. Subhanallah..
(serasa main kejar-kejaran ^^ -red)


[Alinea keempat]
Kalianlah yang membuat teteh bertahan,

kalian seperti sebuah mata panah yang sap diluncurkan,

seperti sebuah mata air yang kapan pun siap mengaliri sungai2

[Alinea kelima]
dari hati yang terdalam, izinkan teteh mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekurangan teteh.
Atas semua yang membuat kalian harus ekstra kerja keras.

(ingin jawab: pelajaran ini sebenarnya yang paliang berharga, membuat kami belajar bertahan. berkomitmen "Show Must Go On", jazakillah teh... -red)


[Alinea keenam]
Tidak ada yang mebuat teteh seperti ini, selain kecintaan kepada kalian, adikku..

Kecintaan pada Allah, Rasul, dan da'wah ini.

Kecintaan yang Insya Allah hanya karena Allah.

Kecintaan atas sebuah kerinduan lahirnya generasi2 pembela Islam,

Yah minimal generasi berkepribadian Islam.


[Alinea ketujuh]

Uhibbukifillah (nama teman saya)
Uhibbukifillah (nama teman saya yang lain)

Uhibbukifillah (nama saya)

Uhibbukifillah (nama teman saya lagi)

Semoga diistiqamahkan ukh....


[Terakhir]

Terima kasih Ya Allah, Engkau mengkaruniakan hamba adik2 yang shaleha...."


Note: *nama tetehnya (dirahasiakan ^^ -red)

Diberikan di pertemuan terakhir,

lagi-lagi July 2008,

sebelum kami berjalan ke dunia baru,

lingkaran baru


Jazakillah murabbiah kami,

yang sampai saat ini tak kenal lelah

menyemangati kami di jalan juang ini,

Ah, ini memang 'jebakan' yang Indah..



-Di Akhir Senja, July 2008-

Saturday, March 12, 2011

De Liefde

"Aku orang yang sangat mudah bersimpati dan seringkali simpati itu berubah menjadi rasa cinta, meski hanya dalam pandang pertama. Orang-orang yang memiliki idealisme adalah subjek yang paling sering menjatuhiku dengan bunga-bunga cinta"
-Sekar Prembajoen-

Novel De Liefde (Memoar Sekar Prembajoen)
Afifah Afra, 2010

Friday, March 11, 2011

Fase (merasa) Ditinggalkan

“Salah satu adab berteman: ketika teman Anda menjauh maka jangan ikut menjauh, tetapi tetap layani dan bahagiakan dia sebagaimana mestinya”


Kehidupan,,
adalah salah satu hal yang paling misteri. Di dalamnya berbagai kenangan terjadi dalam satu frame yang berganti-ganti, sebut saja namanya “Fase Kehidupan”.

Yang saya sebut kini adalah Fase (merasa) ditinggalkan.

Entah bagaimana perasaan ini tumbuh, mungkin karena wanita terlalu sensitif. Sedikit berubah maka banyak kemungkinan yang dilontarkan dalam hati, dan prasangka buruk umumnya lebih dominan. Tapi sekali lagi itulah wanita kawan..

Fase ini seolah menegur sisi kedewasaan,

Membuat hati bergetar hebat dan agak perih ketika dituduh terlalu sibuk.
Merasa bingung bukan kepayang ketika terasa adanya sekat.

Ah, Andai saja kami tega untuk tidak peduli pada semua urusan ini maka mungkin tak akan kami alami Fase ini. Mungkin kebahagiaan selalu menyertai kami. Mungkin tak akan ada sekat, yang ada hanya kebersamaan…

Lalu seolah Malaikat pihak kanan membisikkan kami sesuatu:
Mungkin mereka sedang banyak masalah, pengertianlah…
Mungkin mereka sedang menata masa depan, dukunglah..
Mungkin mereka tak ingin mengganggumu, hargailah…
Atau mungkin Engkau telah melakukan kesalahan yang teramat besar,
maka Minta maaflah..


Sungguh lagi-lagi Hanya Allah lah Yang Maha Mengetahui isi hati kami.

Perasaan ini tetap harus kami tata untuk melalui fase-fase dunia yang fana.
Karena bagaimana pun,

Mereka yang pernah tertawa bersama kami,
Mereka yang pernah memberi kami kebahagiaan,

Mereka pernah mengerti kami,

Mereka yang pernah membuat kami bangkit,

Mereka yang pernah membantu kami,

Dan Mereka lah yang akan selalu ada di hati-hati kami…


Jikalah semua hal yang dikatakan Malaikat kanan tadi bisa kami lakukan untuk melewati fase ini lebih cepat. Maka akan kami lakukan segala hal Ya Allah…

Maka teruntuk-Mu Kami haturkan sebait doa,

"Ya Allah...
Jagalah mereka dengan sebaik-baiknya penjagaan-Mu

Sayangilah mereka dengan selembut-lembutnya kasih saying-Mu

Permudah segala urusan mereka, dengan bantuan terbaik-Mu, dan...

Aku mohon Percepatlah fase ini Ya Allah,
kami harap fase ini hanyalah fana belaka,
sama seperti fananya dunia,
yang Engkau ciptakan dengan segudang pernak-pernik ujian.."


-Bandung, 11 Februari 2011-