Saturday, October 15, 2011

MD: Motor Dakwah

Dulu, saya sempet sebel sama orang yang bawa motor.
karena polusi dan bikin macet,

Tapi ternyata saya sekarang butuh karena harus bolak balik Jatinangor-Bandung untuk keperluan tertentu,
untuk menebus itu saya tetep cari tau cara jaga lingkungan meskipun jadi rider.

Saya juga pernah ber'azzam' untuk naik motor kalo keperluannya dakwah aja.
tapi ternyata 7 hari dalam seminggu 6 harinya saya naik motor.

So, tiap hari naik motor, tiap hari harus dakwah.
#betultidak?

Thursday, October 13, 2011

Engkau Da’i Sebelum Apapun Adanya Engkau

Puisi Dakwah Kampus

Oleh Ust. Aus Hidayat Nur


Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan.
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang.
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya.

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu,
nikmati perjalanannya,
berdiskusilah dengan bahasa bijaksana.
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu, itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu

Jika engkau cinta,
maka dakwah adalah Faham, Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya.
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya.
Seperti Kata Abul Anbiya,
“Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”.
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan.
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir.
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat, hingga Negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan.
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya, tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Taat
Kepada Allah dan Rasul, Al-Qur’an dan Sunnahnya serta orang-orang bertaqwa yang tertata. Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tadhhiyah
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima.
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka,
sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan.
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan.
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan.
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan.
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau.
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya.
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya.
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah Ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan.
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin.
Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya.
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya berjumpa karena taat kepada-Nya.
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

Saturday, October 8, 2011

People's Judge

Rasanya di-judge sibuk itu menyebalkan

Tuesday, September 27, 2011

Resensi Buku: Inilah Politikku



Judul Buku : Inilah Politikku
Penulis : Muhammad Elvandi, 2010

"Sistem adalah jasad sedang ruhnya adalah referensi dan tujuan. Sistem bisa apa pun, tetapi referensi tetaplah islam, tujuannya tidak bisa tidak, harus Islam. Sistem mungkin berbeda setiap zaman, namun tujuan tetap Islam"

Kegamangan umat islam tentang politik selalu menjadi diskusi laris. Adakah politik islam? Bagaimana sistem politik Islam? menjadi pertanyaan yang menimbulkan semangat maupun sikap skeptis umat islam itu sendiri.

Politik secara harfiah diartikan sebagai as-siyasah dalam bahasa Arab yang artinya mengelola, mengatur, memerintah, dan melarang sesuatu. Secara definisi berarti prinsip-prinsip dan seni mengelola persoalan publik, atau seperti yang disebutkan oleh Yusuf Qaradhawi yang dinukil dari kamus Al-Kamil bahwa politik adalah semua yang berhubungan dengan pemerintahan dan pengelolaan masyarakat madani.

Istilah politik dalam Al-qur'an tidak akan pernah ditemui namun apa yang kemudian dapat dipahami dari surat An-Nisa:54, Al-Hajj: 41, dan An-Nisa:58 tentang makna kerajaan, kedudukan, hukum, dan keadilan? adakah kata lain yang lebih tepat untuk mewakili seluruh makna tersebut selain politik?. Makna tersebut dapat bersanding dengan Islam karena politik Islam berarti adanya standar syariah yaitu semua aktivitas politik Islam yang memenuhi makna membuat manusia lebih dekat kepada kebaikan dan lebih jauh dari kerusakan. Lalu, dalam bentuk apa Islam harus diejawantahkan? Bentuk adalah sistem (ad-nidzam), sedangkan ruhnya adalah referensi (al-mashadir) dan tujuannya (al-maqashid). Sistem mungkin berubah tetapi referensi dan tujuan tidak bisa tidak, haruslah Islam.

Menilik referensi terpercaya adalah perjalanan Rasulullah SAW. Rasulullah membutuhkan sebuah sarana besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah pilihan yang mampu mengelola seluruh detail kehidupan manusia. Rasulullah membutuhkan institusi untuk mengakomodasi persatuan umat Islam, keutuhan daerah umat Islam, dan memastikan agar syariat memimpin satuan terkecil kehidupan masyarakat yaitu negara. Dalam membangun institusi tersebut Rasulullah membangun pilar-pilarnya yaitu unsur negara pertama: 1. Mencetak manusia baru, dimana Rasulullah menjadi pembina terbaik bagi pada manusia-manusia dan prajurit Allah terlincah. 13 tahun pembinaan periode mekkah menitikberatkan kekuatan aqidah dan iman sehingga menghasilkan kader-kader yang siap meninggikan bendera islam. 2. Hijrah, hijrah mekkah ke madinah merupakan menolong dan melindungi aqidah serta hak-hak orang yang lemah sesuai dengan kebutuhan dan keadaan. 3. Membentuk masyarakat baru, dimana pembangunan bermula dari pembangunan infrastruktur negara dan simbol pertama pusat peradaban mereka, yaitu masjid, dari sanalah kegiatan negara tumbuh. 4. Kekuatan politik yang digambarkan oleh piagam Madinah. Keempat pilar tersebut yang akhirnya membuat tegak seluruh unsur negara Islam.

Bukti sejarah yang menguatkan adalah perjalanan khulafaur rasyidin dan bani-bani setelanya. Bagaimana prinsip syura tetap dikedepankan meskipun dalam perbedaan sistem dan bagaimana kekohonan iman dapat memperluas ekspansi Islam mencapai Andalusia hingga Romawi Timur di zaman bani Umawiyah, Abbasiyah, dan berakhir di ujung kekhalifahan Ustmaniyyah. Runtuhnya peradaban Islam bukan karena pembangunan melemah atau simbol bangunan Islam yang hancur terlebih karena rusaknya pribadi-pribadi muslim itu sendiri. Ada penyebab-penyebab utama kemunduran bani Ustmaniyyah yaitu:
1. Biasnya loyalias terhadap ulama Islam.
2. Menyempitnya pemahaman ibadah.
3. Pintu-pintu ijtihad tertutup rapat.
4. Perselisihan dan perpecahan

Inilah Langkah Politikku

Referensi sudah didapat maka inilah waktunya bagi para negarawan muslim untuk menentukan langkah politiknya. Dimulai dari diri sendiri yang perlu memperkaya diri dengan ilmu, penghayatan, dan amal. dalam konteks politik Islam, tiga pemahan yang harus dibangun adalah pemahaman tentang Islam, pemahaman tentang langkah peradaban, dan pemahaman tentang sistem politik Islam.

Pemahaman mendasar adalah tentang Islam itu sendiri, dimana Islam melandasi seluruh sendi kehidupan yaitu akidah dan ibadah, negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, kebudayaan dan perundang-undangan, ilmu dan kehakiman, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, serta militer dan pemikiran.

Setelah memahami Islam secara keseluruhan, beranjak ke pemahaman peradaban. Berdasarkan langkah perjuangan Rasulullah dapat disimpulkan ada 7 tahapan perjuangan Islam:
1. Memperbaiki Individu
2. Membangun Keluarga Muslim
3. Membimbing masyarakat
4. Memperbaiki pemerintahan dan membangun negara yang islami
5. Mengembalikan Khilafah
6. Mrealisasikan kepemimpinan Islam
7. Medeklarasikan Islam sebagai Guru Peradaban Alam Semesta.

Ketujuh tahap itu berada pada orbit-orbit perjuangan dimana memperbaiki individu dan keluarga atau pengokohan internal ada dalam mihwar tanzhimi. Berkembangnya pergaulan ke dalam unsur masyarkat membuka orbit mihwar sya'bi. Orbit perjuangan yang meningkat menjadi orbit institusional adalh mihwar muassasi. Terakhir di tingkat adalah orbit negara atau mihwar dauli.


Monday, September 19, 2011

September Ceria?

Ada yang bilang "September ini kita fullfighting yah!"
Ada yang nanya "Mau di sini atau di sana?"
Ada yang nyuruh "Akhir pekan ini penelitian ya, ploting 25 titik per jam!"
Ada yang minta "Tolong gantiin dulu ya ukh.. =) "
Ada yang sms "Mangga diliat Emailnya.."

tapi,,

Ada yang bilang lagi "Saya mau kerjain yang ini"
Alhamdulillah...
Ada yang sigap "Siap teh, saya smskan"
Alhamdulillah..
Ada yang memberi penawaran, "Mau dibantu yang mana?"
Alhamdulillah..
Ada yang memberi kabar gembira, "Udah ketemu teh, tetehnya =)"
Alhamdulillah..
Ada yang lain yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,
berujung di pantai pasir putih siang malam...

Alhamdulillah, Subhanallah,,
ya,, ini memang September Ceria!

Wakafa billahi nashiroo..

Sunday, September 18, 2011

Suatu Hari di POM Bensin

Melihat turus penunjuk bahan bakar yang mulai mendekati huruf E, bergegas saya antre untuk isi bahan bakar di POM Bensin langganan dekat kampus. Singkat cerita ketika antre beda 2 motor di depan ada cewek menunggu -entah siapanya- sedang isi bensin. cewek ini ya cantik, dan pake celana pendek -banget- yang sekarang lagi ngetren (katanya), maka terjadilah percakapan antara dua petugas POM Bensin.

Petugas 1: melihat tanpa kedip ke arah cewek itu, sampe cewek itu bener-bener ilang.
Petugas 2: "Woi, tong ditingalian wae atuh*" (Hei, jangan diliatin terus atuh)

Petugas 1: "keun bae ah mumpung gratis, di Sari**m mah mayar" (biarin aja atuh, mumpung gratis, da di Sari**m mah bayar)

Ending: well, si neng geulis pergi dengan tiis*, tanpa sadar dia lagi disamain sama cewek2 lain yang mangkal di Sari**m.
#tanyakenapa?

Sunday, September 11, 2011

3 Ciri Sekularisme

Apa sebenarnya yang membuat sekularisme menjadi gunjingan populer hingga hari ini?

ternyata trauma sejarah masyarakat Eropa di abad pertengahan, kontradiksi dari apa yang mereka percayai, serta problem teologis yang mereka temui membuat sekularisme seolah-olah menjadi bagian dari kehidupan dunia internasional yang tak bisa dipisahkan.

Menurut Prof. Al-Attas, sekularisme memiliki setidaknya tiga ciri, yaitu:

1. disenchanment of nature
yaitu penghilangan pesona dari alam tabi'i. Artinya, paham sekuler senantiasa melihat alam sebagai objek atau aset yang boleh dipergunakan seluasnya dan tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Tuhan.

2. desacralization of politics
yaitu peniadaan kesucian atau kewibaan agama dari ranah politik, dengan demikian agama dibatasi pada lingkungan privat masing-masing orang, dan tidak diperbolehkan untuk menguasai masalah-masalah sosial politik seperti pemerintahan, pembentukan undang-undang dan seterusnya. Prinsipnya segala hal yang menyangkut urusan masyarakat tidak boleh diputuskan dengan berdasarkan ajaran agama.

3. deconsecration of value
yaitu penghapusan kesucian dan kemutlakan agama dari nilai-nilai kehidupan karena agama menjadi urusan pribadi masing-masing, maka agama pun kehilangan kemutlakannya. Pada akhirnya segalanya akan dianggap relatif fan tentatif, sehingga tak ada satu pun prinsip dalam kehidupan yang bersifat absolut.

Sebelum menilik lebih jauh sekularisme negara yang selalu jadi wacana, ada baiknya kita mengevaluasi diri. Apakah ketiga ciri di atas benar-benar sudah bersih dari diri kita atau malah kita masih berada di zona abu-abu? Menikmati khusyuknya beribadah tetapi tetap berpikir masalah-masalah masyarakat tak layak diselesaikan dengan cara-cara agama, atau bangga karena diri peduli antar sesama tetapi memaklumi ketika ada sekelompok manusia yang menganggap semuanya 'sama' dan semuanya 'benar'.

Tapi, lihatlah bagaimana cara Allah menjawab hambanya yang gamang karena pemikirannya sendiri:

”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia, supaya (Allah) merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” (QS. Ar-rum 41)

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." ( al- Baqarah
: 208-209 ).

Indah dan Sederhana...